Operasional Sempat Ditutup Selama Sebulan, Akhirnya SPBU PT. UKM Kapuas Hulu Dibuka Kembali

Kategori Berita

Operasional Sempat Ditutup Selama Sebulan, Akhirnya SPBU PT. UKM Kapuas Hulu Dibuka Kembali

Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, saat membuka kembali operasional SPBU PT. UKM Kapuas Hulu.

KAPUAS HULU, KapuasRayaNews.com - Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, telah membuka kembali operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 65.787.002, yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Uncak Kapuas Mandiri (UKM) Kapuas Hulu milik Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, yang terletak di Jalan Lintas Selatan, Desa Kedamin Darat, Kecamatan Putussibau Selatan, Kamis (31/08/2023).


Sebelumnya, operasional SPBU yang dikelola oleh BUMD PT. UKM Kapuas Hulu atau perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) milik Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu itu ditutup sementara oleh Pemerintah Daerah setempat pada Senin (31/07/2023) lalu.


Adapun alasan ditutupnya operasional perusahaan plat merah tersebut pada saat itu yakni dengan alasan sedang dalam evaluasi, lantaran kondisi keuangan melemah sehingga akan dilakukan restrukturisasi management dan organisasi.


Sedangkan, dibukanya kembali operasional perusahaan tersebut dikarenakan telah mendapat suntikan dana dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Perumda Tirta Uncak Kapuas, sebesar Rp1 miliar.


Operasional SPBU yang dibuka langsung oleh Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, yang juga selaku pemegang saham tunggal BUMD PT. UKM Kapuas Hulu itu, dihadiri oleh beberapa Pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Kapuas Hulu, para Kabag beserta Staf, Camat Putussibau Selatan, Plt Direktur PT. UKM Kapuas Hulu, Direktur Perumda Tirta Uncak Kapuas, Pj Kades Kedamin Darat dan undangan lainnya.


Pada kesempatan itu, Bupati mengatakan, tujuan utama BUMD adalah menyediakan pelayanan untuk hajat hidup masyarakat serta untuk menunjang perekonomian daerah.


Selain itu, kata Dia, juga untuk mendapatkan profit atau keuntungan, sehingga pihaknya mengambil langkah untuk membuka kembali operasional usaha SPBU tersebut.


"Kita ketahui bersama bahwa saat ini untuk mendapatkan BBM di kota Putussibau dan sekitarnya sangat sulit, sehingga masyarakat harus membeli BBM dengan harga yang tinggi, dengan harga rata-rata Rp13 ribu per liter untuk BBM jenis Pertalite dan Solar. Hal tersebut tentunya sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat di kota Putussibau khususnya dan Kapuas Hulu pada umumnya," ujar Bupati, ditemui disela-sela pembukaan tersebut.


Dengan telah dibukanya kembali operasional SPBU tersebut, selaku pemegang saham tunggal dan selaku Kepala Daerah, ia berharap agar dapat mengatasi kelangkaan dan tingginya harga BBM di Kapuas Hulu.


"Tentunya kami berharap agar permasalahan BBM di Kapuas Hulu ini dapat diminimalisir dengan telah dibukanya kembali SPBU ini," tuturnya.


Sebagaimana diketahui, tak lama setelah operasional pada SPBU tersebut dibuka, warga pun tampak berbondong-bondong mengisi kendaraannya. (Nt)

uncak