Prihatin Alam Semakin Rusak, Yulius Aho Harap KLHK Tingkatkan Pemberian Hutan Adat kepada Masyarakat Adat

Kategori Berita

Prihatin Alam Semakin Rusak, Yulius Aho Harap KLHK Tingkatkan Pemberian Hutan Adat kepada Masyarakat Adat

Yulius Aho (kemeja panjang kotak-kotak), foto bersama Wamen LHK-RI, Alue Dohong beserta kawan-kawan lainnya, dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun Keramat Patih Patinggi Tahun 2023, di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

MEMPAWAH, KapuasRayaNews.com - Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (Wamen LHK-RI), Alue Dohong, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Radakng Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), di Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Minggu (19/03/2023).


Kegiatan tersebut dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Keramat Patih Patinggi Tahun 2023, yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari 17 hingga 19 Maret 2023, di Keramat Patih Patinggi, Desa Sepang, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah.


Diketahui, Rumah Radakng tersebut nantinya akan menjadi markas besar Pasukan Merah (PM) TBBR.


Atas kehadiran Wamen LHK tersebut, Dewan Pembina dan Penasehat TBBR, Yulius Aho, mengucapkan terimakasih serta berharap kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK-RI), agar memberikan hutan adat lebih banyak lagi kepada masyarakat adat. Sebab, kata Dia, hutan adat bagi sebagian masyarakat hukum adat Indonesia merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.


Dikatakannya, sampai saat ini dirinya sangat prihatin terhadap alam yang sudah semakin rusak, dimana air di sungai-sungai sudah tidak lagi bersih dikarenakan maraknya pertambangan tanpa izin (ilegal), diantaranya sungai di Sekadau dan sungai Landak.


Meskipun demikian, Yulius Aho mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK-RI), yang telah memberikan fasilitas langsung tentang kemudahan untuk hutan adat melalui Peraturan Menteri KLHK.


"Sebagai negara yang majemuk dengan beragam suku bangsa dan budaya, pengakuan terhadap Masyarakat Hukum Adat dan kawasan hutan adat, menjadi salah satu bukti kehadiran Pemerintah untuk melindungi hak masyarakat tradisional sekaligus mensejahterakannya dalam bingkai sistem Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Yulius Aho, yang juga merupakan seorang pengusaha muda asal Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat itu, dihubungi media ini, Minggu (19/03/2023) sore.


Menurut Aho, harapannya tersebut bukannya tanpa alasan, dimana berdasarkan harapan masyarakat adat untuk berada pada kawasannya sendiri, supaya kawasan hutan adat menjadi nyata sebagai bagian harmonisasi antara hubungan manusia dengan alam serta sebagai rangkaian upaya persiapan Indonesia menuju negara maju yang ditopang oleh tata kelola Sumber Daya Alam (SDA) yang baik dan ditopang pula oleh pranata sosial adat yang semakin kokoh di dalam negeri Bhineka Tunggal Ika.


"Dengan adanya kepastian hukum, masyarakat adat memiliki rasa kepemilikan, kepercayaan diri untuk berkembang dan berpartisipasi untuk berkembang," terang Aho.


Sebagaimana diketahui, pada acara peringatan Hari Ulang Tahun Keramat Patih Patinggi Tahun 2023 itu, pengusaha muda Yulius Aho Alias Aho, menyerahkan tiga unit mobil Ambulance dan satu unit Sekretariat kepada Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (PM TBBR).


Penyerahan tiga unit mobil Ambulance dan satu Sekretariat itu ia lakukan secara simbolis, yang diterima langsung oleh Panglima Jilah atau Pangalangok Jilah, yang merupakan pemimpin besar Pasukan Merah TBBR, dimana Panglima Jilah didampingi oleh Ketua Umum (Ketum) TBBR yaitu Sadar.


Tiga unit mobil Ambulance dan satu unit Sekretariat tersebut, merupakan pemberian dari pribadi Yulius Aho untuk TBBR, dimana Aho berharap bahwa apa yang telah ia berikan tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan bersama.


Adapun sehari sebelumnya, yakni pada Sabtu (18/03/2023), Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, juga hadir dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun Keramat Patih Patinggi Tahun 2023 tersebut, dimana Kapolri diberi gelar kehormatan oleh masyarakat Dayak melalui PM TBBR, dengan gelar Patih Bakula. (Noto)

uncak