Usai Dampingi Presiden di Natuna, Menteri Edhy Terbang Ke Pontianak

Kategori Berita

Usai Dampingi Presiden di Natuna, Menteri Edhy Terbang Ke Pontianak

JAKARTA
- Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo langsung terbang menuju Pontianak, Kalimantan Barat usai mendampingi Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu 8 Januari 2020.

Menteri Edhy bertolak ke Pontianak dalam rangka meninjau langsung tiga kapal pencuri ikan berbendera Vietnam yang ditangkap di perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau, pekan lalu.

Ketiga kapal tersebut masing-masing bernomor: KG 95118 TS dengan jumlah awak kapal sebanyak 5 orang; KG 94629 TS, dengan jumlah awak kapal sebanyak 18 orang; dan KG 93255 TS, jumlah awak kapal sebanyak 13 orang. Awak besarta kapalnya kini telah diamankan di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Periknan (PSDKP) Pontianak, Kalimantan Barat.

Namun, menurut Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri KKP, Agung Tri Prasetyo, sebelum meninjau kapal beserta awaknya yang ditangkap, Menteri Edhy akan terlebih dahulu menggelar konferensi pers bersama Asops KASAL, Kakor Polairud, Deputi Ops Lat Bakamla, dan Direktur HPK Kementerian Luar Negeri.

Tak hanya itu, Menteri Edhy beserta rombongan juga dijadwalkan akan melihat secara langsung penangkaran ikan arwana di Jalan Kemuning, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya dan selanjutnya berkunjung ke tambak udang di Kuala Secapah, Mempawah Hilir.

Sebelumnya, Menteri Edhy mendampingi Presiden Joko Widodo menemui ratusan nelayan di Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa, Pelabuhan Perikanan Selat Lampa Natuna, Kabupaten Natuna.

Presiden dan KKP ingin memastikan bahwa SKPT yang telah beroperasi setelah menjalani masa pembangunan selama kurang lebih empat tahun tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh para nelayan dan menjadi pusat ekonomi baru, utamanya untuk sektor kelautan dan perikanan di Natuna.

SKPT Selat Lampa mulai beroperasi pada Oktober 2019 lalu. Presiden berharap agar para nelayan dapat mengelola fasilitas tersebut dengan baik dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi optimalisasi potensi perikanan di daerah setempat. (Agung Tri Prasetyo, Kepala Biro Humas dan KLN)
uncak